Staff And Board

DEWAN PENGARAH DAN STAF JWB

PENDIRI, ANGGOTA DEWAN PENGARAH DAN DIREKTUR EKSEKUTIF
DOUGLAS Maclean

Douglas adalah seorang pengacara Amerika dan pendiri Justice Without Borders. Sebagai ahli dalam perdagangan manusia internasional, penelitian dan publikasi Douglas berfokus pada masalah hukum seputar migrasi dan eksploitasi manusia di seluruh Asia Timur dan Tenggara, termasuk Vietnam, Cina Daratan, Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan.

Sebelumnya, Douglas adalah penerima beasiswa hukum Fulbright di Universitas Tokyo, Fulbright Legal Scholar di Universitas Tokyo, legal fellow di Proyek Inter-Agency PBB tentang Perdagangan Manusia (UNIAP) di Bangkok, dan duduk di berbagai posisi di beberapa LSM anti-trafficking nasional dan internasional di Amerika Serikat dan Jepang.

Alumnus Georgetown University Law Center ini sebelumnya adalah associate pada Pusat Dokumentasi Pengungsi dan Migrant (Center for Documentation of Refugees and Migrants) di Universitas Tokyo. Douglas fasih berbicara bahasa Jepang dan Cina Mandarin.

Untuk lebih lanjut tentang apa yang menginspirasi Douglas untuk memulai Keadilan Tanpa Batas/Justice Withoout Borders, klik di sini

DEWAN KAMI
ROHIT AMBEKAR

Rohit Ambekar adalah Direktur Bisnis & Strategi di Global Indian International School (bagian dari Yayasan Sekolah Global) dan memiliki kepentingan investor di Acromobile (sebuah perusahaan produk pembayaran software) dan Magic Sparkels (produsen produk dekorasi makanan). Investor dan pengusaha dengan lebih dari 17 tahun pengalaman bisnis global, ia telah membantu menghasilkan lebih dari $ 3 miliar pada pengembalian modal pemegang saham. Dia adalah seorang Anggota Board (Charter) dari Grup TiE (The Indus Entrepreneur), jaringan pengusaha terbesar di dunia yang memiliki misi untuk mendorong kewirausahaan global melalui mentoring, networking, pendidikan, inkubasi, dan pendanaan. Rohit Ambekar adalah lulusan University of Sheffield di Inggris untuk bahasa Jepang dan Studi Bisni. Rohit telah tinggal dan bekerja di Tokyo, London, Hong Kong dan Singapura dan berbicara Jepang, Hindi, dan Marathi.

Ryoko Minagawa

Ryoko adalah pengacara di kantor hukum Milestone di Tokyo. Sebelumnya Ryoko bekerja sebagai seorang pengacara untuk Layanan Orang Asing dan Internasional di Kantor Hukum Publik Tokyo. Selama karirnya, ia telah menangani banyak kasus yang melibatkan korban perdagangan manusia dan warga negara asing lainnya yang tinggal di dalam dan di luar Jepang, membantu mereka menyelesaikan masalah imigrasi, keluarga dan masalah-masalah hukum tenaga kerja serta memberikan bantuan bagi pengungsi. Ryoko adalah Sekretaris Jenderal dari Lawyers for Trafficked Victims (LTV), sebuah organisasi yang menyediakan bantuan hukum bagi korban perdagangan manusia yang dibawa ke Jepang untuk mencari solusi peradilan seperti kompensasi atas kerugian atau pembayaran upah. Dia juga melayani di Komite Hak Orang Asing (Committee on the Rights of Aliens) di Asosiasi Pengacara Tokyo (Tokyo Bar Associations) dan merupakan Anggota Dewan untuk Asosiasi Studi Kebijakan Migrasi Jepang.

KAREN Stauss

Karen adalah Direktur Program Fee the Slaves (Pembebasan bagi Para Budak), sebuah organisasi anti-perbudakan internasional. Ia telah menjadi pembela utama untuk meningkatkan respon perusahaan multinasional atas perbudakan dan pekerja anak dalam rantau pasokan mereka. Karen menjabat sebagai anggota fakultas tambahan (adjuct faculty member) di Georgetown University Law Center dan George Washington University Elliott School of International Affairs. Dari tahun 2006 hingga 2010, Karen adalah Managing Attorney and Policy Counsel pada Polaris Project, sebuah organisasi yang didedikasikan untuk memerangi perdagangan manusia di Amerika Serikat. Dia terlibat dalam penyusunan dan advokasi untuk Trafficking Vitims Protection Reauthorization Act 2008 dan 2013, dan telah bekerja untuk penyusunan legislasi di belasan negara bagian. Dia juga telah mewakili korban perbudakan modern dari Afrika dan Asia dalam berbagai permohonan yang berhubungan dengan imigrasi dan mendampingi saksi korban dalam sistem peradilan pidana. Pada tahun 2003, Karen membuka kantor Human Rights Watch di Republik Demokratik Kongo bagian timur dan menghabiskan dua setengah tahun disana. Pekerjaannya termasuk menyelidiki kejahatan perang dan pelanggaran hak asasi manusia lainnya, melakukan advokasi, dan memperkuat jaringan kelompok hak asasi manusia Kongo. Karen memegang B.A. a dari Duke University dan J.D. dari Columbia Law School.

MICHELLE QIHAN YU

Michelle saat ini adalah Pengacara Anti Korupsi untuk Morgan Stanley. Dia memegang B.A. a dari Pomona College dan J.D. dari Georgetown University Law Center. Michelle telah bekerja untuk sejumlah kepentingan publik yang berbeda dan beberapa organisasi swasta, termasuk Public Employees for Environmental Responsibility, Lingkungan, Arnold & Porter LLP dan Herbert Smith Freehills LLP. Michelle lahir di Hangzhou, Cina, dan pindah ke Amerika Serikat pada usia enam tahun. Dalam waktu luangnya, Michelle suka memasak, pergi hiking di berbagai lintasan di Hong Kong, dan belajar gitar. Michelle berbicara, membaca dan menulis bahasa Inggris, Mandarin dan Cina Kanton sederhana.

STAFF KAMI
TAMMIE KOH
Tammie saat ini memimpin operasi JWB di Singapura. Tammie lulus dengan memuaskan dari Fakultas Hukum National University of Singapore. Sebelum bergabung dengan JWB, Tammie adalah pengacara dispute resolution di salah satu firma ternama di Singapura. Keahlianya meliputi litigasi dan arbitrasi Internasional, dengan fokus pada urusan perdata seperti sengketa komersial. Disamping itu Tammie juga berurusan dengan hal-hal terkait kejahatan kerah putih. Tammie berpengalaman mendampingi kasus-kasus individu maupun korporasi dalam berbagai isu hukum termasuk ketenagakerjaan, kekayaan intelektual, dan kelalaian medis. Di waktu luangnya, Tammie sangat senang jalan-jalan, dan menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga. Tammie fasih berbahasa Inggris, Cina Mandarin dan Kanton.

Sri Aryani

Sri Aryani (“Ari”) adalah JWB Pro Bono Officer di Indonesia. Pemegang gelar master dari jurusan Sosiologi Universitas Indonesia ini melakukan penelitian tentang Pekerja Rumah Tangga Migran dan Global Care Chain di SIngapura.

Ari bekerja 12 tahun untuk Yayasan Tifa sebagai Grant & Knowledge Manager, dan Labor Migration Specialist. Disamping itu, Ari juga terlibat dalam berbagai penelitian terkait dengan gender, labor migration dan modern slavery untuk berbagai lembaga termasuk Bappenas, ILO, OXFAM dan Walkfree Foundation.

Ari menghabiskan masa kecilnya di Bandung dan memiliki seorang anak berumur 10 tahun. Ari menghabiskan waktu luangnya untuk travelling, dan membaca buku.